Arti HOAX, Berita Palsu, Kabar Bohong

Dunia maya saat ini dilanda virus berbahaya karena menyangkut kredibilitas data, berita, informasi dan pengetahuan itu sendiri yang dikenal sebagai Hoax. Lalu apa sebenarnya hoax itu?

Kalau ditinjau silsilahnya, hoax atau pemberitaan palsu sudah ada sejak era surat menyurat tradisional dulu. Misalnya surat berantai yang dikirim via pos dengan isi yang ujungnya meenjanjikan misalnya akan mendapat rezeki dan bla…bla..bla. Surat berantai adalah sebuah surat biasa di mana sang penerima diharapkan untuk meneruskan surat tersebut kepada pihak lain. Surat ini biasanya sambung-menyambung sampai jangka waktu yang lama dan tersebar dengan cepat dan luas. Saat ini surat berantai memanfaatkan teknologi internet, baik melalui surat elektronik maupun layanan pesan singkat atau sms, ruang obrolan, website dll.

Definisi dan Arti Hoax

Ada yang mengatakan kata “hoax” berasal dari kalimat “hocus pocus” yang aslinya adalah bahasa Latin “hoc est corpus”, artinya “ini adalah tubuh”. Kata ini biasa digunakan penyihir utk mengklaim bahwa sesuatu adalah benar, padahal belum tentu benar. Saat ini hoax banyak beredar di jaringan maya melalui  email, milis, BBM, Whatapps, Twitter, Facebook, website dan media digital lainnya.

Menurut kamus Cambridge online, hoax adalah :

hoax noun [ C ]

uk ​ /həʊks/ us ​ /hoʊks/

a plan to deceive someone, such as telling the police there is a bomb somewhere when there is not one, or a trick:

The bomb threat turned out to be a hoax. He’d made a hoax call claiming to be the president.

 

Jadi secara harfiah Hoax (Inggris) artinya tipuan, menipu. berita bohong ,berita palsu, informasi palsu atau kabar burung . Contoh sederhana: menyebarkan kabar atau informasi ancaman bom di sebuah bandara. Dengan demikian, hoax adalah kata, kalimat, foto, video, film yang diungkapkan namun tidak berisi kebenaran suatu berita ataupun informasi.

Di era multimedia dan internet hoax adalah konten (teks, suara, foto, video) yang berisi kepalsuan atau menyesatkan. Apapun tujuannya apakah untuk menarik simpati positif atau negatif. Sebuah hoax mengandung unsur tipu daya atau penyesatan yang dapat mempengaruhi seseorang , sekelompok orang atau masyarakat dengan informasi yang palsu sehingga melahirkan opini palsu dan boleh jadi menjadi menyesatkan dan berbahaya baik bagi individu maupun suatu entitas misalnya organisasi sosial politik, agama, perusahaan dll.

Definisi Hoax menurut Wikipedia Indonesia disebui sebagai Pemberitaan Palsu. Definisi pemberitaan palsu alias hoax  (dengan perbaikan redaksi) adalah “Pemberitaan palsu sebagai upaya  untuk  memperdaya, menipu atau mengakali pembaca/pendengar/pemandangnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pembuat berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut tidak benar alias bohong.”

Hoax juga dapat muncul atas klaim kepalsuan , misalnya mengaku menemukan ini dan itu tidak tahunya menipu dan tidak terbukti. Termasuk mengaku telah membangun ini dan itu yang memunculkan fenomena saling klaim. Di masa pilkada hal ini banyak dilakukan hanya sekedar untuk menipu masyarakat awam. Contoh hoax saat kampanye pilkada Banten 2017.

Selain dalam bentuk tulisan, sering juga kita melihat dan mendengar istilah hoax ditemukan dalam bentuk tayangan gambar atau meme. Misalnya penampakkan UFO, lafaz huruf Allah, dll.

Beberapa gambar-gambar di internet yang dibuat dengan teknologi digital dan direkayasa : “Oldig” sering dikatakan merupakan foto hoax seperti foto yang menyangkut isu yang menggemparkan. Contohnya seperti: Gambar UFO, Ular besar, di  sungai amazon, manusia terbang dan sebagainya, babi ngepet tertangkap dll.

Meme yang melibatkan seseorang atau sebuah entitas seperti logo dan nama perusahaan yang tujuannya menipu atau lucu-lucuan juga termasuk kategori hoax yang dapat menimbulkan penyesatan kepada penerimanya dan membuat kerugian kepada seseorang atau sebuah perusahaan yang logonya digunakan seolah-olah seperti resmi dari perusahaan. Apapun alasannya informasi hoax yang melibatkan personal atau entitas organisasional dapat dikenai UU ITE walaupun alasannya sebagai penyesatan maupun untuk lucu-lucuan.

Contoh : Informasi Hoax menyangkut Pertamina

Bagaimana Mengenali Hoax?

Umumnya hoax memiliki ciri-ciri yang dapat segera dikenali dengan cepat seperti berikut:

  • Lihat apakah ada kalimat seperti ini: ‘Kirimkan ini ke setiap orang yang Anda kenal? Semakin mendesak permintaannya, semakin mencurigakan pesan tsb. Bahkan dalam beberapa hoax sering juga membawa-bawa manfaat keagamaan.
  • Perhatikan bahasanya yang terlalu berempati, begitu jg penggunaan HURUF BESAR yang banyak dan kumpulan tanda seru !!!!!!
  • Jika isi pesan ingin memberikan info yg sangat penting yg pernah belum Anda dengar sebelumnya atau membacanya di media resmi, lebih baik curiga.
  • Baca dgn hati-hati dan berpikir kritis, lihat ketidakkonsistenan yang logis, bertentangan dengan akal sehat dan klaim palsu yang menyolok.
  • Periksa sumber dari luar. Hoax biasanya tidak menyebutkan kenyataan yg dpt dibuktikan, terhubung ke website dgn info yg menguatkan.
  • Pesan berantai yg Anda terima (seperti: pesan yang di-forward berulang kali sebelum sampai ke Anda) lebih cenderung palsu.
  • Pembuat hoax biasanya mencoba segala cara utk membuat dusta mereka dpt dipercaya, contoh: menghubungkannya dgn sumber ‘resmi'(padahal tidak ada sumber yang pasti atau justifikasi).
  • Sering menyertakan judul “clickbait” misalnya “bongkar”, “terkuak”, dll.

Melanda Semua Orang

Hoax dapat melanda siap saja. Bukan saja pada masyarakat dengan literasi rendah bahkan banyak kalangan yang berpendidikan tinggi dan literasi cukup pun tanpa sadar terjebak menjadi penyebar hoax hanya karena alasan yang sifatnya subjektif. Baru-baru ini, seorang tokoh pers kawakan pun terjebak ikut menyebarkan hoax yang dari segi konten sangat menyesatkan.

Klarifikasi atas surat yang sudah tersebar di medsos.

Jadi hoax memang berbahaya karena bisa menjangkiti siapa saja. Untuk mencegahnya tentunya penerima informasi yang diduga hoax sendiri yang harus waspada dengan melakukan cek dan ricek kebenaran suatu konten yang diterimanya dari berbagai sumber yang dilangganinya atau ia ikut serta didalamnya.

Masyarakat Anti Hoax

Baru-baru ini dikabarkan deklarasi Masyarakat Anti Hoax Jakarta yang kemudian disambut di seluruh Indonesia. Deklarasi ini muncul karena penyebaran hoax yang mengerikan di masa kampanye pilkada di DKI dan seluruh Indonesia. Sementara itu pemerintah mendukung upaya masyarakat memerangi informasi tak akurat atau hoax yang merebak di media sosial. Hal itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat menghadiri Deklarasi Masyarakat Indonesia Anti-Hoax di area Car Free Day, Jalan MH Thamrin, Jakarta, kemarin. Selain di Jakarta, deklarasi ini juga digelar di Bandung, Wonosobo, Solo, Semarang dan Surabaya.

 

Di Bandung, Senin 20/2/2017 masyarakat dengan disponsori oleh walikotanya juga mendeklarasikan gerakan anti hoax. Menurut Ridwan Kamil, walikota Bandung, tujuan deklarasi hantam hoax tersebut adalah untuk membuat masyarakat untuk pintar memilah dan menyebarkan informasi. Tujuannya agar berita berita bohong yang diproduksi untuk membuat saling  bertengkar, saling membenci ini bisa dikikis dengan kedewasaan, dengan pendidikan, tabayun, cek and ricek. Jadi ada kurasi untuk menginformasikan mana berita online yang terpercaya mana yang jangan terlalu di percaya sehingga menjadi dewasa. Masalah hoax saat ini bukan lah mencari informasi tapi memilah informasi.

Menurut koran-sindo.com, langkah pemerintah menertibkan hoax di media sosial penting untuk melindungi masyarakat dari berita yang tidak benar. Namun pemerintah terlebih dulu perlu memberi garis tegas soal kriteria hoax dan konten negatif.

Kriteria itu dinilai perlu dibuat dalam bentuk sebuah peraturan agar ada garis dan batasan yang jelas untuk ditaati publik. Tanpa kriteria yang jelas, kebijakan pemerintah ini bisa saja seperti pisau bermata dua. Di satu sisi melindungi publik dari berita bohong dan bersifat memprovokasi, tetapi di sisi lain juga berpotensi disalahgunakan pemerintah sendiri untuk memberangus kebebasan berekspresi. Lalu apa kriteria konten hoax?

Kriteria Konten Hoax

 

Untuk hal ini pengertian konten dipertegas mencakup semua bentuk data, pesan, berita, informasi dan pengetahuan yang mengandung unsur-unsur kepalsuan. Jadi pengertian hoax akan melibatkan semua jenis konten bukan sekedar berita atau pesan pendek saja. Pengetahuan juga mengandung aspek hoax misalnya pengetahuan tentang bumi-datar atau Flat Earth yang mengandung data palsu, salah tafsir, maupun penyesatan (misleading).

Kriteria konten hoax dapat setidaknya akan menyangkut :

  • kepalsuan atau kebohongan
  • penyesatan
  • menyangkut konten palsu mengenai seseorang atau sebuah organisasi, perusahaan, agama, bahkan negara
  • dapat diverifikasi kepalsuannya atau diklaim oleh pihak yang terlibat sebagai palsu atau tidak benar seperti kasus hoax yang melanda Kanwil Kemenag DKI diatas.
  • sengaja dibuat untuk membangun opini publik yang keliru, termasuk ini opini sesat yang sejatinya hoax.
  • dll.

Konten hoax saat ini menyangkut praktis dari perang informasi dan sifatnya asimetris karena mempunyai tujuan-tujuan manipulatif dan dapat dilakukan oleh semua orang baik sendiri maupun kelompok. Dengan demikian hoax sebagai bagian dari perang informasi mempunyai potensi merusak.

Daya Rusak Hoax

Hoax merupakan pembunuhan karakter yang ingin menjatuhkan dan memanipulasi serta dalam konteks agama sangat jelas, itu adalah fitnah. “Hoax merupakan sikap mental yang menghilangkan sikap integritas dan fairness (keadilan). Media massa, dunia pendidikan, dan orang tua harus bangkit harus menyadarkan hal ini,” ungkap cendekiawan muslim Komaruddin Hidayat dalam acara deklarasi anti hoax. Ia juga mengatakan bahwa hoax sangat berbahaya bagi masyarakat, ibarat narkoba dan pornografi. Masyarakat harus sadar, apabila dibiarkan, yang hancur masyarakat itu sendiri. ( sumber : koran sindo ).

berbagai sumber. @tm

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *